Skip to content

5 Kiat Menghadapi Stress

Posted in Corat-coret

Akhir tahun gini biasanya banyak yang stress. Ngejar target lah, mau tutup buku lah, bikin progress report lah, de es be.

Kiat berikut ini pernah saya baca di majalah Tarbawi, lupa edisi berapa. Ada beberapa yang saya kurangi atau tambah-tambahin tentu saja tanpa maksud untuk mengurangi nilai-nilai hikmahnya. Kurang lebihnya, maafkanlah…

#1. Kendalikan Keinginan.
Semakin kuat keinginan, ancaman stress semakin besar. Karenanya, kendalikan setiap keinginan. Bukan berarti tidak boleh mempunyai tekad kuat mencapai sesuatu. Hanya saja kadangkala kita tidak seimbang memposisikan diri dalam mengejar cita-cita. Lunakkan keinginan sehingga akhirnya bisa dicapai dan menjadi kenyataan.

#2. Kenali kemampuan dan potensi diri dengan baik.
Seseorang akan menjadi lebih bahagia bila mengetahui bahwa dirinya mampu melakukan sesuatu yang berguna, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Ingatlah bahwa Allah menciptakan kita dengan sebaik-baik bentuk.
Jadi, mengutip pendapat suami saya, saya hanya punya satu kelebihan yakni TIDAK PUNYA KEKURANGAN. semua yang ada pada diri saya adalah suatu kelebihan (lebih pendek, lebih pemarah, lebih …. pokoknya semua lebih deh!) Yakinlah bahwa setiap orang punya tugas dan kewajiban masing-masing di muka bumi ini dan untuk itu ia diciptakan dengan segala kelebihan yang dimilikinya, yang belum tentu dimiliki oleh orang lain.

#3. Berpikir positif.
Ada pepatah kuno yang mengatakan : “Lebih baik menyalakan lilin daripada menyalahkan PLN” (beneran ada pepatah seperti ini?). Maksudnya, daripada terus dongkol karena mati lampu, nyalain lilin dong! Kan jadi terang. Pake Emergency Lamp lebih bagus lagi.
Pokoknya gitu deh… Positive In, Negative Out.
Berhenti mencari kesalahan orang lain dan buatlah perubahan yang penting dilakukan pada diri sendiri.
Melihat segala sesuatu itu harus dari sisi baiknya. Jangan terus menerus memikirkan sisi negatifnya. Dengan kacamata hitam seperti itu, yang muncul adalah keinginan yang tidak dinginkan.

#4. Ekspresikan kesedihan, kekhawatiran, kegelisahan dalam berbagai bentuk.
Cobalah berbicara pada orang lain, menyanyi, tertawa (asal jangan berlebihan), nangis, atau menulis puisi seperti yang dilakukan Adit (bentar lagi orangnya datang nih!). Yang paling baik adalah menjalin persahabatan dengan orang-orang yang bisa memberi nasehat, menghibur dikala susah, mengingatkan dikala khilaf, pokoknya bersahabatlah dengan orang baik *seperti saya (protes = iri)*

#5. Tingkatkan iman.
Ini solusi yang paling penting.
Manusia itu terdiri dari 3 unsur : Fisik, Akal, Ruh. Ketiganya harus diberi makan agar tetap hidup dan berkembang.
Makanan fisik adalah : makanan dan minuman
Makanan Akal adalah : Ilmu pengetahuan (kenapa juga linknya ke tempat Rezki? Btw, tengkyu buat semua ilmunya)
Makanan Ruh adalah : Iman.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kelimanya memang gampang diucapkan dan dinasehatkan pada orang lain, tapi kenyataannya susah banget diterapkan. Perlu latihan ekstra dan semangat juang tinggi.
Kadangkala kita mengerti secara teoritis, tapi nyatanya kita tidak siap mental. Jadi terus SEMANGAT !!!!

12 Comments

  1. Wahahaha… Ternyata nama saya dicatut disituh…
    Hihihi… 😀

    December 17, 2007
    |Reply
  2. oiya jadi inget pas lagi sedih, capek, pinginnya sih mau teriak-teriak. tapi ga ada tempat untuk teriak-teriak. ntar kalo teriak di sembarang tempat disangka orang gila lagi.trus akhirnya aku menemukan sebuah tempat yang jika aku teriak kagak ada yang denger. tau dimana!? didalam bak mandi. celupin deh kepala dalam bak mandi yang berisi air.. setelah itu teriak sekuatnya. di jamin kagak ada yang denger.. 🙂

    December 24, 2007
    |Reply
  3. ternyata Adit idola para wanitah ya. bwahahhaaaa…

    “Lebih baik menyalakan lilin daripada menyalahkan PLN”

    saya pake emerjensi lem aja ah…ehehhee…

    December 29, 2007
    |Reply
  4. Saya suka semuanya, [siapa yg nanya ya…hehehe2]
    potingan ini membuat saya berpikir utk membangun pribadi mandiri yang selalu berpositif thinking…:)

    good writing ukhti, terutama yg point #3. Berpikir positif.
    Berhenti mencari kesalahan orang lain dan buatlah perubahan yang penting dilakukan pada diri sendiri.

    thanks for share

    December 29, 2007
    |Reply
  5. gwe masih mudah niih tapi aq sering mengungkapkan kata “stress” apakah aq bener2 stres, tiap malam aq mesti pusing sampek2 rambutku rontok adu…. eman dunnk aq kan sek muda…. n single lagi…., aq berusha sllu berpikir positif tpi selalu kepikiran, sebenernya aku pingin teriak tpi g da temmpat yah sama kayak dedex tuh, aq pingin sehat dan semngat dan aku g ingin mengungkapkan kata2 itu lagi yaitu “stress”,adu…

    January 21, 2008
    |Reply
  6. looh tadi kan tadi aku dah kirim gmn solusinya

    January 21, 2008
    |Reply
  7. semuanya emang ada solusi tapi tinggal kita, apakah kita bisa menjalaninya

    January 21, 2008
    |Reply
  8. wiwied
    wiwied

    we sllu merasa cetress low udag da masalah ma ortu we pa agi kan cering ketemu tuch….
    wuich…tambah bikin we cetrezz berat gmn dumZ colucy na….

    June 23, 2009
    |Reply
  9. Fadh..
    Fadh..

    Memang Smua yg dtulis diatas bnar adanya,Iman & Doa adalah oBat dr sgalanya

    July 28, 2009
    |Reply
  10. naano
    naano

    wah…yg ini baru kena betul pada sisi hidup yg strees…t-Q bwt tulisannya dpt membantu sekali.

    November 15, 2009
    |Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *