apa sih yang dipikirkan para caleg itu? 1


Pohon, tiang listrik, rambu jalan, dinding rumah, kaca mobil, dan hampir semua fasilitas umum tak lepas dari ke-narsis-an para caleg itu. Beragam gaya, slogan, janji, dan puja-puji pada diri sendiri mendampingi foto-foto yang selalu tersenyum itu. Apakah ada yang benar-benar peduli pada iklan-iklan itu?

Jujur saja, saya tidak peduli.
Yang saya tahu hanyalah bahwa jalanan menjadi ramai dengan baliho disana-sini. Kemana mata memandang, yang terlihat adalah wajah-wajah asing yang selalu saja tersenyum.
Yang saya tahu hanyalah bahwa percetakan dan penjual bambu “panen besar” musim ini..

Satu hal yang mengusik saya hanyalah janji-janji dan segala pujian pada diri mereka sendiri…
Jujur, peduli, amanah, berjuang untuk rakyat, dan macam-macam lagi….

Betulkah seperti itu?

Sebenarnya apa sih yang kalian cari dengan menjadi caleg?
Kalau memang peduli, kenapa harus menunggu terpilih jadi anggota dewan dulu baru berbuat untuk rakyat?
Kok bisa-bisanya membuang uang untuk mencetak baliho, spanduk, umbul-umbul, dsb sementara banyak orang yang terpaksa tidur di emperan toko karena tidak punya rumah, banyak anak-anak yang jualan koran agar bisa makan…
Coba saja kumpulkan semua bahan untuk membuat baliho, spanduk, dsb beserta bambu-bambunya… bisa jadi rumah kan? Bisa beli berapa liter beras? Lalu yang mana yang namanya peduli?

Bisa-bisanya menggelar “rapat kordinasi” yang mengundang puluhan orang yang menyebut dirinya “tim sukses”, yang acaranya diisi makan-makan plus karaokean yang mengganggu tetangga (bising banget sih…). Coba kalo ngundang anak jalanan dan anak yatim piatu, dengan niat tulus dan ikhlas…. wuih, pahalanya pasti besar tuh…

Jadi apa yang sebenarnya kalian cari, wahai para caleg?
Gaji bulanan jutaan rupiah kah?
Bukan?
Jadi beneran mau berbuat untuk rakyat? Kalo gitu ya buat sekarang juga!!! Ngapain nunggu jadi Anggota Dewan ???

ps: *teguran juga buat diriku… jangan cuma bisa ngomel. Ayo berbuat demi umat!*


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “apa sih yang dipikirkan para caleg itu?