bentor 2


Bentor alias Becak Motor *mungkin harusnya BeMor yah?* , terserahlah apa istilahnya, yang jelas alat transportasi satu itu bikin aku dan anakku punya kenangan buruk. Sekitar 2 minggu lalu, aku dan anakku jatuh ke dalam kanal *yang sebenarnya adalah sungai* , jatuh bersama bentor dan pengemudinya.

Tak  bisa kubayangkan bagaimana syoknya bocah kecilku itu. Kepala benjol sebesar telur  ayam, mukanya membengkak, dan yang paling mengiris hati adalah dia gemetaran sampai malam. Tak hentinya ia menangis tiap kali mengingat kejadian itu. Dan tiap kali mengingat kejadiannya, ia datang memelukku sangat erat. Ketakutan.

Sementara aku, tatto abstrak terbentuk sepanjang lengan kiri. Lebam. Plus rasa sesak dan sakit luar biasa di dada kiri setiap kali bernafas. Tapi hasil pemeriksaan dokter dan hasil foto X ray *gitu kan istilahnya?* menunjukkan tidak ada tulang yg retak. Alhamdulillah.

Dua minggu berlalu, dan selama itu saya benar-benar menghindari naik bentor.  Taksi, becak, angkot, atau minta diantar-jemput naik motor. Apa saja deh, asal tidak naik bentor. Bahkan saya rela buka puasa di rumah tante yang jaraknya mungkin tujuh kali lipat jarak kantor-rumah, hanya karena tidak mau terjebak macet di jalan menuju rumah *kan naik taksi, klo kena macet, bayangkan angka yg akan tertera di argonya* hehehehe itung-itungan banget yah…

Tapi hari ini, untuk pertama kalinya sejak kejadian itu, dan juga karena terpaksa, *gak ada taksi lewat, klo ditelpon setidaknya harus nunggu setengah jam lagi padahal harus memimpin rapat* akhirnya saya naik bentor setelah sebelumnya minta persetujuan anakku.

Sebelum naik, segala macam doa aku baca. Begitu juga sepanjang perjalanan. Mati-matian aku berusaha menghindarkan semua pikiran buruk. Dan alhamdulillah, sampai di kantor dengan selamat. Pulangnya? Naik becak!!!! hehehehe… bagaimanapun, rasanya belum sepenuh hati mau naik bentor lagi. Lagian, sepertinya alat transportasi itu memang gak punya izin operasi.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “bentor