better or lucky? 1


Kamis, 24 Januari 2008, sekitar jam 7 malam.

“tenenenenenenet….” telfon berbunyi. Suami saya yang angkat.

Entah bagaimana pembicaraannya, yang jelas suami saya menyampaikan bahwa besok (Jumat, 25 Januari) saya sudah bisa mulai mengajar…

“Alhamdulillah….” cuma itu yang bisa saya ucapkan.

Sungguh, tanpa mengurangi rasa syukur saya…. situasi ini membuat saya bertanya-tanya…. benarkah saya memang lebih baik atau saya hanya mujur ?
Aaakkhhh, apa ini? Bukankah saya tidak percaya yang namanya faktor hoki?

Apapun adanya, Allah pasti menciptakan segala sesuatunya dengan jumlah yang tepat, di waktu yang tepat, pada orang yang tepat…..


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “better or lucky?