Uncategorized


15
“Mas, beli tahunya” “Mau berapa ember, mba?” “Satu ember sajalah… jangan banyak-banyak” kataku sambil menyerahkan selembar uang limaribu rupiah. Si mas penjual tahu pun mulai memasukkan potongan-potongan tahu ke kantong plastik. — “Bu, lengkengnya sekilo berapa?” “Murah, nak.. cuma duabelas ribu.. manis itu” “Boleh dicoba ga, bu?” “Boleh, tapi jangan […]

Jangan Berhenti Menjadi Manusia


Sebagai nasabah fanatik BCA, diundang hadir dalam acara Ngobrol Bareng Blogger bersama BCA yang menggandeng B Blog di Kafe Bistropolis pada Selasa, 9 Agustus 2016 malam lalu adalah kesempatan yang tidak mungkin saya lewatkan. Bagi saya, BCA adalah bank yang selalu terdepan dalam melakukan inovasi perbankan demi kemudahan dan kenyamanan […]

Sakuku Plus, Bikin Hangout Makin All Out.


Dear Fakhru, my only son. Baiklah kali ini mama memang benar-benar akan sangat cengeng. Ini tidak mudah nak, melihatmu tumbuh menuju usia yang tak lagi anak-anak, pun belum lagi remaja. Mama tahu itu juga tak mudah buatmu, tapi rasanya ini lebih sulit bagi mama. Mungkin kamu tidak pernah ingat percakapan […]

Dear Fakhru, my only son.



Wuiiihhh….. kesannya kayak yang pesiar ke mana gituuu…. atau mau bikin rekor apaaaaa gitu…. 😀 Makassar – Jakarta – Kuala Lumpur – Muscat – Jeddah – Madinah Itu adalah kota-kota yang saya singgahi dalam perjalanan pergi umrah. Sebenarnya sih tidak 24 jam yah…. kan zona waktunya beda-beda…. 🙂 Tapi karena […]

24 jam, 6 kota, 4 negara


Hihihi… agak bingung sendiri sama judulnya…. Dari dulu saya paling tidak suka kalau disuruh makan obat. Menurutku itu hanya akan membuat antibodi dalam tubuh tidak bekerja dengan baik dan tubuh akan jadi manja. Biasanya saya suka seperti berbicara sendiri dan mengancam penyakitnya, “memangnya bisa sesakit apa sih?” dan walaupun kadang […]

another one pill


…dan beginilah rasanya…. Ketika berpikir bahwa segalanya telah dilakukan benar, dan semuanya mendadak menjadi salah, dan tidak satupun dari kesalahan itu yang tampak seperti kesalahanku, tapi kemudian mendapati diri ini menjadi satu-satunya orang yang harus menanggung semua akibatnya… Lalu kemudian berada di tengah situasi di mana tak tahu harus berkata […]

in the middle of nowhere