Come on, let’s go somewhere!


Travel is the only thing you buy, that makes you richer

Travelling sebenarnya bukan hobi saya. Hanya saja saya merasa ada kalanya kita perlu meninggalkan rumah, pergi ke suatu tempat, istirahat sejenak, lalu kembali lagi dan mensyukuri semuanya…..

Ada sebuah quote yang mengatakan “Travel is like knowledge. The more you see, the more you know you haven’t seen”. dan mungkin itulah sebabnya saya selalu saja penasaran pada kehidupan di luar sana dan akhirnya selalu menjadwalkan liburan bagi keluarga kecil kami, setidaknya setahun sekali.

Travelling tentu saja tidak selalu harus ke luar kota atau keluar negeri. Kemanapun itu, selama kita bisa membuatnya menyenangkan… karena terkadang tujuan bukanlah yang utama tapi kebersamaan dalam perjalanan yang membuat ikatan keluarga semakin erat. Tapi ingat satu hal, jadilah Traveller, jangan jadi Turis ๐Ÿ˜€

Jika Anda datang pada saya sepuluh tahun yang laluย dan mengajak jalan-jalan ke luar negeri, saya pasti hanya senyum-senyum saja. Itu mustahil bagi saya, betapapun saya menginginkannya. Iyalah, bayangkan berapa harga tiket, lalu fiskal, lalu biaya hidup di negeri orang… kyyaaaaaaa…..pyusying saya mikirnya….

Tapi, meski belum punya rencana ke mana-mana, saya tetap membuat paspor. Karena setiap mimpi akan terwujud kalau kita berusaha meraihnya. Percuma menghayal mau ke luar negeri kalau untuk bikin paspor aja malas. Saya yakin, Allah pasti melihat niat dan usaha kita.
And thanks to Air Asia, sesuai dengan motto mereka “Now everyone can fly”, yang selalu saja menawarkan tiket promo yang benar-benar murah abizzz….
Well, let’s go somewhere!!!

Itinerary

Hal pertama yang selalu menjadi perhatian saya ketika akan bepergian adalah jadwal perjalanan. Memang, secara tidak sengaja menemui hal-hal baru di tempat tujuan, berhenti di manapun yang kita suka, atau melakukan sesuatu dengan spontan, mempunyai tantangan dan kesenangan tersendiri, tapi dengan menyiapkan jadwal perjalanan dengan lengkap dan detil tentulah lebih baik.

Bagi saya, membuat itinerary juga sangat membantu terutama dalam menghitung budget dan memaksimalkan waktu yang kita punya serta menyiapkan pakaian yang akan dikenakan.
Kita tentu tidak mau membuang-buang uang dan waktu hanya karena harus bolak balik ke tempat-tempat menarik yang terlewatkan, ataupun membuang-buang waktu dan tenaga karena bingung mau ke mana, atau misalnya salah kostum karena tujuan yang tidak jelas… kan ga lucu juga kalau udah pake dress cantik-cantik dan ternyata mendadak mampir di pasar becek ๐Ÿ˜€

Dalam membuat itinerary, saya selalu berusaha se-detil mungkin. Mulai dari tujuan, naik apa, biayanya berapa, di sana bisa ngapain aja, spot menariknya apa saja, tempat makan terdekat di mana, bisa shalat di mana, alternatif transportnya, sampai peta lokasinya…. dan tentu saja ini tidak boleh kaku, harus fleksibel biar kita tetap fun… Karena inilah yang membedakan travelling sendiri dengan travelling melalui travel agent yang selalu kaku karena keterbatasan waktu.
Dan itinerary ini biasanya saya ketik dan saya buat buku mini. Tujuannya ya supaya bisa dipakai juga oleh orang lain yang membutuhkan.

Budget

Ini yang biasanya jadi permasalahan semua orang. Apalagi kalau menyangkut perjalanan ke luar negeri. Bagaimanapun, ke luar negeri selalu terkesan mahal. Padahal, mahal tidaknya itu tergantung gaya liburan kita. Makanya, sekali lagi, be a traveller, not a tourist.
Setelah membuat itinerary dengan detil, biaya pun bisa dengan mudah dihitung. Biaya yang wajib dihitung adalah biaya makan dan transport. Plus biaya untuk masuk ke tempat wisata jika memang ada. Rajin-rajinlah mengunjungi forum backpacker. Banyak tips-tips menarik yang bisa kita pelajari untuk menghemat biaya. Carilah informasi tentang promo hotel dan tempat-tempat wisata di kota tujuan. Lakukan perhitungan dengan detil di atas kertas. Terkadang, menginap di hotel berbintang tiga bisa jauh lebih murah dibanding budget hostel atau penginapan kelas backpacker. Kok bisa? Karena hotel biasanya menyediakan service lebih misalnya berupa jasa antar jemput dari dan ke airport, diskon tempat wisata tertentu, ataupun free breakfast.
Setelah menghitung perkiraan biaya, jangan lupa tambahkan 10% untuk biaya tak terduga. Selama travelling, biasakan mencatat pengeluaran sekecil apapun.

Barang Bawaan

Hal ketiga yang juga wajib diperhatikan adalah barang bawaan. Jangan sampai kita membawa barang-barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan dan hanya menuh-menuhin tas apalagi sampe over bagasi. Terutama urusan baju bagi muslimah, asal pandai padu padan, ga perlu bawa selemari juga tetap bisa cantik kok.
Kalau untuk pria tentu lebih simpel lagi. Bawa baju beberapa potong saja, sisanya beli di tempat tujuan. Sekalian buat cinderamata ๐Ÿ˜€

Wanita tentu paling rame pernak-perniknya. Apalagi yg berjilbab. Harus lengkap dengan dalaman jilbab dan segala aksesorisnya.
Pilihlah pakaian yang bisa dipadupadankan. Hindari pakaian yang harus dipakai bertumpuk agar bawaan tidak semakin banyak. Jangan lupa untuk memilih bahan yang tidak mudah kusut. Untuk alas kaki, paling banyak bawa dua saja, sepatu dan sendal. Usahakan alas kaki yang nyaman dipakai dan tidak bikin kaki pegal.

Segini dulu yah, saya makan dulu ๐Ÿ™‚

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *