Dear Fakhru, my only son.


Dear Fakhru, my only son.

Baiklah kali ini mama memang benar-benar akan sangat cengeng.
Ini tidak mudah nak, melihatmu tumbuh menuju usia yang tak lagi anak-anak, pun belum lagi remaja.
Mama tahu itu juga tak mudah buatmu, tapi rasanya ini lebih sulit bagi mama.

Mungkin kamu tidak pernah ingat percakapan kita saat kamu masih di dalam rahim, dan mama yang selalu saja bercerita tentang apapun padamu. Kamu teman ngobrol paling asyik kala itu ☺️
Tapi semoga saja kamu ingat percakapan kita, di hari pertama kita bertemu.
Kita tak pernah tahu akan seperti apa dunia di hadapan kita, tapi kita berjanji pasti bisa melalui semuanya. Itu janji dua orang yang sangat berbahagia ☺️

Nak, kamu tahu apa yang paling istimewa? kita belajar tentang semua hal bersama..
Saat kamu belajar mengungkapkan semua dengan tangisan, itu adalah saat mama pertama kali belajar mencari tahu arti tangisan mu.
Saat kamu belajar makan, itu adalah saat pertama mama belajar menyuapimu.
Saat kamu coba-coba ngambek, itu adalah saat pertama mama belajar menebak-nebak isi pikiranmu.
Saat kamu membantah, saat itu mama harus belajar menjadi bijaksana.
Saat kamu melanggar kesepakatan kita, saat itu mama harus belajar agar bisa memberimu pelajaran tentang konsekuensi.

Nak, kamu tahu pelajaran yang paling sulit bagi mama? Ketika mama harus belajar untuk membiarkanmu melakukan segala sesuatunya sendiri.
Mama terbiasa melakukan semuanya untukmu, melindungimu, menentukan ini itu untukmu, memilih apa dan bagaimana untukmu, dan kau tak akan pernah tahu bagaimana bahagianya mama melakukan semua itu.

Nak, apakah kamu tahu bagaimana sesaknya mama ketika kamu berkata “saya bisa sendiri kok, Ma” ?
Ini bukan sakit karena serasa tak lagi dibutuhkan. Ini adalah kekhawatiran luar biasa, apakah mama sudah cukup membekalimu? Apakah mama sudah mengajarkan semua padamu? Apakah kamu akan benar-benar bisa? Apa kamu akan baik-baik saja?

😅 Ah, mama aneh yah nak?

Sekali lagi, ini tidak mudah bagi mama. Menahan diri sekuatnya untuk melihatmu bangkit sendiri setelah terjatuh, tersenyum manis ketika melihatmu dihukum guru karena lalai mengerjakan tugas sekolah, mengawasimu dari kejauhan saat kau beradu emosi dengan teman sekelasmu..
Mama tahu mama bisa menyelesaikan semuanya untukmu, tapi kita berdua juga tahu itu tak boleh betapapun mama menginginkannya.
Karena seperti katamu, kamu bisa melakukannya sendiri.

Anakku, butuh waktu bagi mama untuk kemudian menyadari bahwa tugas mama bukanlah membuat semuanya menjadi nyaman untukmu, melainkan untuk mendukung keputusanmu, mengarahkanmu ketika kau keluar jalur, dan mencintaimu sepenuh hati.

Well, nak.. kamu sudah besar sekarang.. dan mama mempercayaimu sepenuhnya.
Kamu akan menemukan banyak hal di dunia ini. Mungkin akan membuatmu ragu, atau bahkan takut.
Tapi buatlah keputusanmu sendiri. Jika suatu saat kau melakukan kesalahan (dan ya, suatu saat kau pasti akan berbuat salah), mama tahu kamu pasti bisa memperbaikinya, karena seperti katamu, kamu bisa melakukannya sendiri.

Mama akan selalu ada di sini. Penuh cinta untukmu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *