Skip to content

–gak tau mau ngasih judul apa–

Posted in Corat-coret

Baiklah…. bagusnya kita mulai dari mana yah? dari sini saja deh…

Suatu malam, seingat saya waktu itu hari senin, 2 Januari 2012, entahlah di luar sana  apakah angin bertiup kencang atau tidak, apakah hujan turun membasahi bumi atau tidak, apakah langit  cerah berhiaskan bintang atau tidak, apakah ada rembulan atau tidak, apakah…. aaaakkkhhh lama!
seperti biasa saya bersantai ria di kamar. Ada setoples penuh kue black nastar dari Double U yang siap menemani saya online.

Dan disinilah saya, duduk manis, nyalakan Iconia, buka Plurka… tapi.. eh.. kenapa ini… gambar tanda panah melingkar di sudut kiri bawah tak hentinya berputar-putar…???
Padahal indikator untuk sinyal wifi nya penuh… tapi kok indikatornya warna abu-abu ya? biasanya kan hijau….
Tenang Ama, jangan panik.. *eh, itu suara siapa?*

Oke, kita coba di EeePC, indikator sinyal wifi penuh dan hijau seperti biasa… buka browser, ketik www.google.com dan….
oalah, apa ini yang muncul….

“The bla bla bla cannot reach your bla bla bla DNS bla bla bla”

buka Terminal *saya tidak tahu apa istilah untuk program yang isinya cuma command prompt ini*, ping sana ping sini…

“unknown host bla bla bla” —-gak ngerti artinya

…dan saya pun gagal untuk online… dan hal ini berulang keesokan harinya dan esoknya lagi hingga akhirnya saya tidak tahan lagi menghadapi semua ini *apaan?*

Dan hari itu, Minggu, 4 januari 2012, –selanjutnya mungkin akan tercatat sebagai hari bersejarah– saya bertekad TIDAK AKAN MEMBIARKAN HAL INI TERUS BERLANJUT. SAYA TIDAK AKAN MEMBIARKAN GANGGUAN KONEKSI INI MENGHANCURKAN HIDUP SAYA !!! DAN INI SENGAJA SAYA KETIK DENGAN HURUF KAPITAL!!! INGAT, KAPITAL!!!! *apa seeeeehhh?*

Maka jalan satu-satunya adalah meminta tolong pada tumpuan hidupku satu-satunya, the one and only, orang yang selama ini selalu mendampingiku baik dikala senang apalagi disaat susah, orang yang tanpanya maka tak ada artinya hidup bagiku, orang yang kepadanya akan kubaktikan seluruh sisa umurku, orang yang…. loohhh…ini kok curhat… pokoknya begitulah, dengan “manja”nya saya nelpon ke suami…
“KAKA…. KALAU KAKA SAYANG SAMA SAYA, MALAM INI INTERNETNYA HARUS NYAMBUNG”  *saya manja, kan?*

“Sayang, mungkin tagihan telponnya belum di bayar?”

Eh, bener juga… siapa tau memang belum dibayar yah? Tapi, masa sih?
Angkat telpon, terdengar nada tuuuuuuuuuuuuuutttt yang panjang banget. Tuh kan, telponnya tidak diblokir. Harusnya kan klo belom bayar, pas diangkat ada mbak-mbak yang ngomong :
“Telepon tidak dapat digunakan, silahkan periksa tagihan Anda”
gitu kan? iya kan?

“Mungkin ada masalah di DNS nya, sayang”

Duuuuuhhhh… Kaka… jangan seenaknya ganti nama saya jadi “sayang” dong ah… *ngetik ini saya tersipu lho*

Baiklah, mari kita coba buka browser sekali lagi… dan tulisan itu muncul lagi.

“The bla bla bla cannot reach your bla bla bla DNS bla bla bla”

ndak peduli apa artinya, pokoknya ada kata DNS, maka marilah kita ganti DNS nya. Setelah ganti dengan DNS segini segitu… teteeeeeepppp aja gak bisa…

“KAKA….”
“Iya, nanti saya coba perbaiki, sayang”

Maka di jam 12 malam, setelah klik sana klik sini, Suamiku pun menelpon ke 147. Ditanya ini itu, menjawab ini itu juga, dan katanya petugasnya :

“Oooh, speedy nya memang di blokir karena belum bayar pak”

—————

Keesokan paginya, saya diberitahu hal ini…

“Tidak mungkin !! Kalo memang belum bayar, kenapa telponnya tidak di blokir? sini saya telpon lagi”

Tekan 147, pilih bahasa indonesia, trus pilih nomor berapaaaa gitu *lupa* dan..

“Telkom selamat pagi, dengan *siapaaaa gitu*, ada yang bisa saya bantu?”

“Pagi, mbak. jadi gini mbak… speedy saya gak bisa nyambung, katanya diblokir karena belum bayar. Lha, klo memang saya belum bayar harusnya kan telpon saya diblokir. Tapi ini saya masih bisa pake buat nelpon mbak”

“Baik, maaf ini dengan ibu siapa?”

“A*A” sok sensor

“Baik ibu Ama, nomor teleponnya berapa?* —aduuuhhh, mbak, namanya kan saya sensor, kok di sebutin?–

“sekian sekian sekian sekian sekian sekian”

“Baik, ibu Ama dengan nomor telepon sekian sekian sekian sekian, mohon tunggu sebentar”  —naahhh, gitu dong mbak, nomornya di sensor—

…dan setelah penantian beberapa menit akhirnya saya mendapat penjelasan bahwa saya memang belum membayar tagihan untuk bulan pakai November yang tanggal jatuh tempo pembayarannya adalah sampai tanggal 20 Desember… (doh)

“Masa sih mbak? Terakhir saya bayar kapan?” –nge tes nih ceritanya–

“Pembayaran terakhir tanggal 5 November lewat ATM”

“Tapi kan waktu itu saya bayar 2 bulan, berarti utk November udah dong?” –ngotot nih ceritanya–

“Iya, ibu. Di catatan kami memang ada dua kali pembayaran di tanggal 5 November dan itu untuk pembayaran bulan pakai September dan Oktober”

“Gitu ya mbak?” –agak malu nih ceritanya–

“Iya bu”

“Jadi saya belum bayar ya mbak?”

“Iya”

“Saya nunggak dong yah?”

“Iya”

“Mmmm… mbak…”

“Iya, adalagi yang bisa saya bantu, ibu?”

“TAPI KOK TELPON SAYA TIDAK DIBLOKIR SIH???”

*membayangkan mbak itu jatuh dari kursinya*

heheheheeee…. maap ya mbak…. maappp… saya juga bingung, sebenarnya saya bukannya mau telpon saya diblokir… Silahkan blokir telpon saya, tapi TOLONG JANGAN BLOKIR INTERNET SAYA !!! SAYA MAU NGEPLURK, MBAK !!!! NGEPLURK!!!!!!

*nangis di pojokan sambil makan black nastar. Sumpah, enak lho!* berharap diskon

3 Comments

  1. apa intinya yang di ceritakan ini? black nastar ato tagihan telpon ato plurk.
    **tanpa emot**

    January 5, 2012
    |Reply
    • ama
      ama

      Intinya tanpa emot.

      January 7, 2012
      |Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *