lebaran (ramadhan… aku rindu…)


foto by Jaury Prawiro Sutjianto

andai engkau tahu ini Ramadhan terakhir bagimu
pastilah engkau bersimpuh selalu mengingat nama-Nya
menyanyikan bait cinta kasih dan pujia-pujian untuk-Nya

andai engkau tahu ini Ramadhan terakhir bagimu
pastilah engkau mengingat-Nya setiap saat
engkau rapikan sholatmu menjadi ala waktiha
tidak seperti selama ini yang hanya fi waktiha
atau bahkan terlalu sering engkau lupakan
sholatmu pastilah menjadi sangat berkualitas
khusu’, tawadhu’ sebagaimana seorang hamba
saat memohon sesuatu kepada Tuannya
merenungi akan sumpah yang terus saja engkau ingkari
ingatkah janjimu
bahwa sholatmu, ibadahmu, hidup dan matimu
hanya engkau serahkan kepada-Nya

andai engkau tahu ini Ramadhan terakhir bagimu
pastilah rumahmu akan engkau hiasa dengan amal sholeh
engkau tak akan melepas sedetikpun tanpa melantunkan firman-firman- Nya
siang, malam senantiasa mengabdi pada-Nya
saat siang tiba,
engkau singkap lebih banyak waktu di antara urusan duniamu
untuk menyatakn cintamu kepada-Nya
saat malam tiba,
qiyamu lail menjadi akrab bagimu

andai engkau tahu ini Ramadhan terakhir bagimu
pastilah engkau kenang kembali dosa-dosamu
durhaka kepada ayah bunda karena telah melupakan mereka
menangis karena tak sempat berziarah menabur doa untuk mereka
air mata membanjir dari matamu
membasahi hatimu yang penuh dosa dan nista

andai engkau tahu ini Ramadhan terakhir bagimu
pastilah engkau akan bercucuran iar mata
mengharap, memohon untuk bertemu Ramadhan berikutnya
dengan nikmat yang telah engkau rasakan

Taqobbalallahu Mina Wa Minkum Shiyamanaa Wa Shiyamakum
Kullu’a Amin Wa Antum Bi Khoirin Minal Aidin wal Faidzin
Mohon maaf lahir & bathin

(teks by Nurlinda Dewi)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *