Ma, jangan nagis yah… 2


“Ma, jangan nangis yah…”
Kalimat itu keluar dari mulut bocahku. Di lain kesempatan, kalimat ini mungkin akan membuat terharu, tapi kali ini saya tertawa mendengarnya. Bagaimana tidak, dia mengucapkannya untuk menenangkan saya yang hari itu akan melakukan vaksinasi Meningitis. Hahaha….  mungkin dia pikir saya takut.

Ya, meskipun tulisan berikut sangat jauh menyimpang dari judul, saya tetap ingin judulnya tetap seperti itu.

Vaksinasi Meningitis adalah vaksinasi yang diwajibkan bagi siapapun yang hendak berkunjung ke beberapa negara, termasuk arab saudi terutama untuk tujuan ibadah umrah maupun haji. Tujuannya untuk melindungi kita dari resiko tertular meningitis meningokokus, suatu infeksi yang terjadi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang dan keracunan darah. Hal ini tentu saja sangat perlu mengingat ketika melakukan ibadah umrah maupun haji, kita akan bertemu banyak orang dari negara lain, termasuk dari daerah endemik meningitis meningokokus yakni antara lain Afrika, Amerika Utara, Amerika Latin, dan Selandia Baru. (Sumber : http://health.kompas.com)

Di Makassar, sebenarnya vaksinasi meningitis ini bisa dilakukan di hampir semua rumah sakit pemerintah maupun klinik swasta. Namun yang paling sering dijadikan tempat vaksinasi adalah di Klinik Kesehatan Pelabuhan yang terletak di area pelabuhan, masuk dari pintu 2 lalu belok kanan.

Hari ini pun saya menuju ke sana, tapi sepertinya saya datang terlambat karena dokternya sudah tidak di tempat. Dari pegawai yang bertugas, saya diarahkan ke Kimia Farma Jl. Ahmad Yani. Katanya sih dokter yang bertugas di sana sama dengan dokter yang bertugas di klinik pelabuhan itu.

Saya pun mendatangi lokasi yang dimaksud dan di sana sudah ada beberapa orang yang mengantri. Rupanya mereka adalah rombongan suatu travel yang menangani perjalanan umrah.
Saya diberikan formulir bernomor 35, berarti setidaknya ada 34 orang yang lebih dahulu datang sebelum saya. Meskipun orang-orang yang duduk menunggu di sana, menurut hitungan pandangan mata saya, tidak lebih dari 20 orang, tapi melihat tumpukan formulir yang dipegang oleh petugas travel itu, saya tahu saya harus siap untuk bersabar.

Selesai mengisi formulir, saya berniat mengembalikannya. Tapi langsung ditahan sama petugasnya, “Nanti di panggil, bu”. Waktu itu sebenarnya agak bingung, bagaimana caranya dia manggil saya kalau saya tidak mengembalikan formulirnya? Atau mungkin dipanggil berdasarkan nomor? Lah, petugas travel yang megang tumpukan formulir itu saja belum selesai ngisi formulirnya. Padahal nomor formulirnya pastilah sebelum saya. Belum lagi dia harus menunggu sampai semua anggota rombongannya datang dan bertandatangan. Jauh dalam hati saya sebenarnya saya inginnya saya didahulukan karena saya kan cuma sendiri, dan anggota rombongan travel itu sepertinya belum datang semua. Tapi tetap harus sabar, kan ini demi ibadah.
Oke, baiklah… kalaupun harus menunggu ya saya akan menunggu. Udah jauh-jauh ini…

Tak berapa lama setelah saya kembali ke tempat duduk, dokternya keluar dari ruangan dan memanggil
“Bu, ibu… ayo masuk”
“Saya dok?” agak bingung sih, kan tadi barusan disuruh nunggu.

Ternyata dokternya punya pikiran yang sama dengan saya, daripada nunggu anggota travel yang belum datang itu, mending saya didahulukan.

Setelah melakukan pengecekan tekanan darah dan tes kehamilan, saya pun diberikan vaksin meningitis. Gak terasa sih, soalnya sambil ngobrol sama susternya 😀

Mengenai vaksinasi meningitis ini, biayanya adalah Rp5.000 untuk formulirnya, Rp110.000 untuk vaksinnya, dan Rp25.000 untuk tes kehamilan (hanya dilakukan pada wanita usia produktif, ya iyalah :D). Total yang harus saya bayarkan Rp140.000
Catatan : pastikan nama yang dituliskan di formulir sama dengan nama di paspor. Untuk amannya sih bawa fotocopy paspor buat contekan 😀
Saya sendiri sudah mengisi formulir dengan benar, tapi dokternya nulis nama saya di sampul bukunya kurang satu huruf. Semoga tak jadi masalah…

Selesai vaksinasi, saya di berikan Buku Kuning, berisi keterangan tentang vaksinasi yang telah diberikan dan masa berlakunya. Untuk vaksinasi meningitis sendiri berlaku untuk 2 tahun.

Keluar dari ruang praktek dokter, anak saya menghampiri sambil nanya : “Ma, tadi nangis?” Ampun deh naaaaakkkk…..


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Ma, jangan nagis yah…

  • ltha Wijaya

    Siang mbak, mau nanya utk vaksin meninghitis nya di kimia farma ama dokter sapa ? Soalnya saya mau ngambil vaksin meninghitis juga

    Tadi saya nelpon ke tmpt vaksin yanh dipelabuhan dan pas nanya harga katanya sktr 300an …kok mahal yah hehehe

    Makasih

    • ama Post author

      Itha di Makassar juga?

      Saya vaksinnya di Kimia Farma Ahmad Yani. Nama dokternya lupa, tapi cuma satu dokter kok yang tangani soal vaksin ini.
      Bayarnya total Rp140.000,-