potensi ke’takabbur’an


Istilahnya agak aneh ya? saya nggak tahu mo ngasih istilah apa. Pokoknya, kira-kira maksudnya adalah seberapa besar potensi yang kita miliki untuk bisa menjadi orang yang takabbur dan sombong

Ini bisa diukur dari beberapa hal :

# Seberapa sering kita merasa bangga akan apa yang kita miliki, tanpa mengingat bahwa semuanya akan hilang

# Seberapa sering kita merasa lebih baik dari orang lain.

# Seberapa sering kita terlena dengan pujian tanpa menyadari bahwa orang memuji kita karena Allah menutupi aib kita.

# Seberapa sering kita merasa jengkel pada pengemis tanpa menyadari bahwa mereka hanya meminta apa yang memang menjadi haknya

# Apa lagi ya…? Tambahin dong!

Saya sendiri sadar sepenuhnya bahwa potensi ke’takabbur’an saya sangat tinggi. Jangan-jangan pernyataan ini malah salah satu buktinya. Karena itu, mohon bantu saya untuk terus bersyukur atas segala nikmat Allah. Ingatkan saya ketika saya khilaf…

Seorang sahabat saya pernah bertanya seperti ini : “Bukankah ‘amapintar’ itu pujian yang melekat?”

Hehehe… makanya ‘amapintar’ jangan dijadikan pujian, jadikan itu pernyataan kejujuran Anda. Seperti yang udah pernah saya tulis disini, ‘amapintar’ adalah bentuk syukur saya, sekaligus cambuk agar saya terus belajar biar tetap pintar (yang ini termasuk sombong nggak yah?)

Whatever lah… btw, thanx buat kakak saya yang udah niat masukin saya jadi downline nya di Oriflame. Dibayarin pula. Saya nggak suka MLM lho, kak! Tapi kalo’ dipake sendiri bolehlah…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *