Skip to content

Resiko? Siapa takut !

Posted in Uncategorized

Kemarin malam suami saya pulang kerja dengan satu pelajaran ringan tapi berharga.

Ditengah jalan, suami saya (pakai motor) berada di belakang truk pengangkut sampah yang tentu saja berjalan lambat agar sampah yang diangkutnya tidak tumpah ke jalan.

Mau mendahului, tidak bisa, karena suami saya harus berada agak jauh dibelakang truk itu agar bau yang menyengat tidak menusuk hidung. Sementara jalanannya tidak begitu lebar.

Kalo dibelakang terus, lama ditambah udaranya dingin.

Jadi satu-satunya jalan adalah dengan mendekat ke belakang truk itu, tentu saja dengan resiko mencium bau busuk, lalu kemudian mendahuluinya dan akhirnya meninggalkan truk itu.

Maka pelajarannya adalah bahwa untuk mencapai sesuatu harus berani mengambil resiko.

Saya jadi ingat ketika belajar naik sepeda. Kata orang kalo belum jatuh, belum bisa pintar naik sepeda. Bagaimana mungkin? Saya belajar naik sepeda supaya saya tidak jatuh, tapi harus jatuh dulu baru bisa pintar?

Lalu saya belajar juga. Berpegang pada dahan pohon mangga lalu mengayuh sedikit dan langsung memegang pagar. Deg-degan, tapi harus bisa! Jadi saya kayuh lagi dan jatuh!!
Tiba-tiba saya ingat bahwa kalau sudah jatuh, saya sudah bisa pintar naik sepeda.
Saya coba lagi dan jatuh lagi. Saya pikir karena sudah dua kali jatuh pastilah pintarnya jadi dua kali lipat. Dan akhirnya saya bisa!!

Pelajarannya adalah bahwa segala sesuatunya pastinya berhadapan dengan resiko. Berpikir positif sangatlah penting.
Kalaupun setelah mencoba lalu gagal, minimal kita sudah berhasil gagal…
Bagaimanapun, gagal setelah mencoba jauh lebih baik daripada tidak pernah gagal karena tidak berani mencoba. Iya nggak?

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *