Skip to content

Rubik’s Cube : The Box That Makes You Think Out Of The Box

Posted in Random Post

Saya lupa sejak kapan mulai menyukai mainan ini. Kubus, enam sisi dengan warna berbeda, dan kotak-kotak kecil di tiap sisinya. Yes, Rubik!

Warning : Once you get your hands on Rubik’s Cube, you may never be able to put it down!

begitu bunyi salah satu iklannya 😀 

Prof. Ernö Rubik.
Source : Ruwix.com

Mainan yang sampai sekarang tetap berada di jejeran mainan best seller di dunia ini memang bikin candu. Orang boleh saja menyebutnya “mainan”, tapi popularitasnya ga main-main. Tua, muda, cowok, cewek, pasti deh tau mainan ini.

Ditemukan pertama kali di tahun 1974 oleh seorang arsitek asal Hungaria, Prof. Erno Rubik, “mainan” ini sebenarnya adalah sebuah alat peraga 3D yang digunakan Prof. Rubik untuk menjelaskan bagaimana struktur bangunan yang memungkinkan sebuah bagian dipindahkan tanpa perlu merusak keseluruhan bangunan.

Alat peraga itu dinamainya “Magic Cube”.

Magic Cube pertama yang dibuat Prof. Rubik tampak sangat sederhana dan terbuat dari kayu. Prof Rubik sendiri yang mengerjakannya mulai dari memotong kayu, membuat lubang-lubangnya, sampai menyatukannya dengan karet.

Rubik’s cube pertama terbuat dari kayu.

Prof Rubik memilih bahan kayu karena menurutnya kayu adalah bahan bangunan yang sangat simpel, mudah didapat serta tidak memerlukan mesin khusus untuk memotongnya.

Tahun berikutnya ia mematenkan ciptaannya itu dengan nama Buvos Kocka atau Magic Cube, dan pada tahun 1979 memberi lisensi kepada perusahaan Ideal Toys untuk menjualnya. Sejak pertama kali diluncurkan untuk skala internasional pada tahun 1980, hingga kini mainan yang kemudian berganti nama menjadi Rubiks’s cube itu terjual lebih dari 450 juta di seluruh dunia. 

Bagi Prof. Erno Rubik, Rubik’s cube bukanlah sekedar mainan. “It’s a piece of art. At the same time it’s an intellectual task as well” katanya.

Memang, Rubik’s Cube kemudian seperti menjadi simbol kecerdasan. Beberapa film bahkan menjadikan Rubik’s Cube sebagai penggambaran untuk karakter tokohnya yang cerdas atau jenius.

Mungkin karena sebagian besar orang menganggap bahwa Rubik’s Cube sangat sulit diselesaikan. Kamu juga merasa begitu? Santai, wajar kok. Bahkan Prof Erno Rubik sendiri membutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk menyelesaikan Rubik’s Cube nya.

Will Smith memainkan rubik dalam salah scene film Pursuit Of Happiness

“Complex things, if you don’t understand them, it seems complicated. If you understand them, and we know how to handle it, it became simple.” 

Percaya ga, ada 43.252.300.274.489.856.000 kombinasi yang bisa dibentuk dari sebuah rubik 3×3. 

Angka-angka itu bacanya gimana sih?

43 quintillion 252 quadrillion 300 trilyun 274 milyar 489 juta 856 ribu 😀

1 quintillion itu adalah angka satu diikuti oleh 18 nol, jadi biar simpel kita sebut saja bilangan di atas 43 quintillion.

Duh, banyaknyaaa… _ _”

Tapi, tenang dulu… dari segitu banyak kombinasi, sesungguhnya setiap kombinasi itu bisa diselesaikan tidak lebih dari 20 langkah. 

Yap, 20 langkah! Oleh karena itu angka 20 ini dalam dunia rubik disebut sebagai God’s Number.

Tapi tetap aja sih, semua balik lagi ke niat yang kuat, rajin latihan dan banyak berdoa 😀

Jadi sebenarnya butuh waktu berapa lama untuk menyelesaikan sebuah rubik 3×3? 

Yaa balik lagi, tergantung tekad sih 😀

Jika sang inventor sendiri butuh waktu sebulanan untuk menyelesaikan rubiknya, lalu sebuah robot buatan Lego berhasil dalam 3.253 detik, beda lagi dengan Yusheng Du, pria asal China yang pada 24 November 2018 lalu berhasil menuliskan namanya di buku rekor dunia dengan mencatat waktu 3.47 detik untuk menyelesaikan sebuah rubik 3×3 pada perhelatan Wuhu Open 2018 di Wuhu, Propinsi Anhui, China.

Rekor ini berhasil menggeser nama Felix Zemdegs (Australia) yang sebelumnya mencatat waktu 4.22 detik.

Whaatt? hitungan detik doang? lah itu saya cuma berkedip trus dia dah selesai gitu rubiknya? huhuuu…

Berbagai macam varian rubik.
Source : ruwix.com

Dan seperti yang saya tulis di awal, mainan ini beneran bikin ketagihan. Ga heran semakin banyak pihak yang mencoba melakukan inovasi. Sekarang saja terdapat banyak sekali variasi rubik yang beredar di pasaran, baik dari segi ukuran, warna, dan bentuk. Dan walaupun memainkannya “offline” jauh lebih menyenangkan, tapi kita juga bisa main secara online di : 
https://www.google.com/logos/2014/rubiks/iframe/index.html

Sementara ini waktu tercepat saya adalah 3 menit 57 detik dengan 142 moves. Huaaa… masih amat sangat teramat jauh dari rekor dunia :’(

Well, sementara segitu dulu deh ngobrol soal rubiknya… next kita bahas tentang pelem yang ada rubiknya plus fun fact soal rubik ini.

13 Comments

  1. Hadeh… 43.252.300.274.489.856.000..saya juga bingung bacanya.. Sebuah Angka yang fantastis..

    Kalau ada meet up lagi, Kak Ama bawa jug donk rubiknya.. Kita challenge siapa yang paling cepat selesaikan gamesnya..

    Bdw kalau di Kota Makassar atau Indonesiaz siapa paling cepat susun Rubik ini..??

    April 8, 2019
    |Reply
  2. Saya gak pernah berani main Rubik, karena saya kadang penasaran trus mau tuntaskan sampai jadi pusing. Makanya mending saya hindari, heheh…

    April 8, 2019
    |Reply
  3. hahaha saya pernah main rubik sama anak tertua. dia yang ajarkan langkah-langkahnya. harus ini dulu, baru begini, terus begini, baru begini.. hadeh pusingka hahaha

    akhirnya saya ambil langkah mudah.
    siapkan kertas, plester bening dan beberapa spidol. tempel kertas di permukaan rubik, warnai dengan spidol dan rekatkan dengan plester bening.

    tadaaa! warnanya sudah sama semua.
    yess!

    April 9, 2019
    |Reply
  4. saya pernah pegangn rekor menyelesaikan rubik selama 40an detik, lumayan lah utk ukuran amatir hahaa. kt iya brpa rekor ta..

    April 9, 2019
    |Reply
  5. Siswa saya pernah main ini sambil saya liatin. Dia bilang ini efektif untuk dilakukan pas lagi suntuk atau lagi pusing kerja soal

    April 9, 2019
    |Reply
  6. Ayi
    Ayi

    Saya ndak pernah berhasil selesaikan rubik. Waktu kecil pernah punya rubik, dan karena jengkel nda bisa-bisa selesaikan, akhirnya rubiknya sa potek-potek kubus-kubusnya, sa pake main masak-masak. Antara kreatif dan rese memang setipis itu batasnya sih.

    April 9, 2019
    |Reply
  7. Saya mencatat ini, tahun 1974, arsitek asal Hungaria, Prof. Erno Rubik menemukan rubik. Tapi saya masih penasaran, dalam satu bulan lebih menyelesaikan waktu untuk rubrik yang ia buat, ada berapa kali percobaan yg gagal ya?

    April 9, 2019
    |Reply
  8. saya belum pernah berhasil menyelesaikan satu kali pun. eh pernah paeng, saya bongkar rubiknya baru saya susun ulang sampai semua sisi sama warnanya

    April 10, 2019
    |Reply
  9. Info ini sangat menginspirasi. Dari sini kita bisa ambil pelajaran, bahwa penemu rubik saja, seorang profesor mesti menyelesaikan lebih dari sebulan menyelesaikan hasil penemuannya. Eh btw, kok bukan Prof rubik ya yg mendapat gelar tercepat menyelesaikan rubik? Karena bisa jadi, setelah sebulan ia pelajari, maka ia dapat langkah mudahnya untuk sampai beberapa detik. Oh iya, kata teman, main rubik juga mengajarkan tentang strategi perang. Apa hubungannya ya?

    April 10, 2019
    |Reply
  10. Saya hampir tidak pernah memainkan permainan ini kak. Kalaupun main gak pernah selesai. Gak tau trik dllnya…

    April 10, 2019
    |Reply
  11. Saya pernah main ini karena adik beli. Tapi nyatanya kalau sudah mandek malah jadi kesal sendiri . Hahahaha

    April 10, 2019
    |Reply
  12. Saya malah belum pernah menuntaskan rubik ini *ups ketahuan jarang main soalnya tapi keren banget yak ada yang bisa menyelesaikan hanya dalam hitungan detik. Btw baru tahu juga nih rubik bisa dimainkan online. Jadi penasaran pengen coba juga.

    April 10, 2019
    |Reply
  13. Katanya Ada rumusnya ini ya supaya bisa sama semua warna di sisi-sisinya. Sampai sekarang Saya belum pernah berhasil selesaikan hahahaha kalau ponakanku rekornya Dua menit lebih

    April 10, 2019
    |Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.