
ASUS Gathering lagi!! Yeeyyy!! Selalu exited tiap kali diundang untuk datang di acara ASUS Gathering. Kalo kamu mikir, “Ya paling lihat laptop, dengar presentasi, foto-foto, pulang.”
No no no, don’t do that… eh.. kamu salah…
Di acara kali ini, ASUS memperkenalkan rangkaian laptop AI terbaru mereka—dan untuk pertama kalinya, istilah “AI” di laptop terasa nggak lebay. Bukan sekadar tempelan kata keren buat brosur, tapi benar-benar terasa ketika dipakai.
Acara bertajuk “Together We Win, Together We Grow” ini jadi momen di mana ASUS seolah bilang, “Nih, kami bukan cuma ngikut tren. Kami sudah siap lebih jauh.”
Bukan Sekadar Laptop Pintar, Tapi Laptop yang Ngerti
Begitu masuk ke area display & demo, hal pertama yang terasa adalah: laptop-laptop ini responsif banget. Bukan yang “nanti ya, lagi mikir,” tapi yang langsung nurut. Kayak temen kerja ideal—cepat, nggak banyak drama, dan jarang ngeluh.
ASUS sekarang punya jajaran Laptop AI paling lengkap, dengan performa NPU 45+ TOPS, bahkan melampaui standar minimum Copilot+ PC. Artinya?
Laptopnya bisa mengolah tugas berbasis AI langsung di perangkat, tanpa harus bergantung penuh ke cloud. Lebih cepat, lebih efisien, dan yang paling terasa: baterai nggak cepat ngos-ngosan.
Di area demo, aku sempat sengaja buka banyak aplikasi sekaligus—ya, simulasi kehidupan nyata. Dan hasilnya? Tetap lancar. Nggak ada lag canggung yang bikin kita refleksi diri sambil nanya, “Laptop aku kenapa sih?”

Vivobook S14: Tipis, Tenang, Tapi Jangan Diremehkan
Aku sempat cukup lama main di area Vivobook S14. Desainnya simpel, modern, dan kelihatan cocok buat siapa saja—mahasiswa, pekerja kantoran, sampai kreator yang butuh laptop praktis tapi tetap bertenaga.
Pas dipakai multitasking, rasanya stabil. Bukan laptop yang sok jago, tapi konsisten. Ditambah lagi, daya tahan baterai bisa tembus seharian. Ini tipe laptop yang cocok buat orang-orang yang hidupnya berpindah dari satu tempat ke tempat lain—coffee shop ke coworking space, atau kelas ke kelas—tanpa harus panik cari colokan.
Dan jujur aja, laptop yang nggak bikin kita rebutan charger itu punya nilai emosional tersendiri.
Zenbook S14 OLED: Cantik, Premium, dan Punya Alasan
Kalau Vivobook itu partner kerja yang andal, Zenbook S14 OLED ini partner kerja yang bikin kita semangat buka laptop.
Layarnya OLED—tajam, vivid, dan nyaman di mata. Bodinya tipis dan ringan, tapi terasa solid berkat material Ceraluminum™. Ini laptop yang kalau dikeluarin di meja, orang langsung sadar: “Oh, ini serius.”
Yang menarik, performa AI-nya bukan sekadar pelengkap. Semua terasa seimbang: desain, performa, efisiensi. Cocok buat yang pengen laptop premium tanpa harus mengorbankan fungsi.
Dan di titik ini aku sadar, ASUS sekarang nggak bikin laptop berdasarkan satu tipe pengguna saja. Mereka bikin opsi. Mau entry-level sampai premium, semua kebagian teknologi AI. Inklusif, tapi tetap relevan.
Masuk Area Gaming: ASUS Kayak Bilang “Tenang, Kami Ahlinya”
Begitu masuk area gaming, atmosfernya langsung beda. Lampu lebih berani, suara keyboard lebih tegas, dan ekspresi pengunjungnya… lebih fokus.
ASUS memang sudah lama dikenal lewat ROG, dan di acara ini rasanya seperti melihat semua portofolio mereka dipamerkan tanpa malu-malu. Dari ASUS Gaming V16 dan K16 yang ringan dan praktis, TUF Gaming yang tangguh ala laptop survival, sampai ROG Strix yang jelas-jelas diciptakan buat mereka yang hidupnya dekat dengan ranked match.
Semua segmen ada. Dan semuanya terasa punya identitas.

ROG Flow Z13: Saat Tablet Nggak Bisa Diremehkan
Satu perangkat yang bikin aku berhenti agak lama: ROG Flow Z13.
Ini tablet. Tapi juga laptop gaming. Dan performanya… nggak main-main.
Perangkat ini seperti bukti bahwa ASUS suka menantang batasan. Siapa bilang tablet cuma buat nonton dan coret-coret? Di tangan ASUS, tablet bisa jadi mesin gaming bertenaga yang fleksibel dan futuristik.
Ini bukan perangkat buat semua orang—tapi buat yang butuh performa tinggi dalam bentuk paling ringkas, ini jelas jadi statement.

Garansi & After Sales: Bagian yang Sering Terlupakan, Tapi Paling Menenangkan
Di tengah semua inovasi, satu hal yang patut diapresiasi adalah layanan purna jual ASUS.
Garansi internasional hingga 3 tahun di 114 negara, ditambah ASUS VIP Perfect Warranty yang di tahun pertama bisa menanggung kerusakan akibat kesalahan pengguna.
Ini penting. Karena laptop bukan pajangan. Dia dipakai tiap hari. Dibawa ke mana-mana. Dan hidup, seperti biasa, penuh risiko kecil yang kadang datang tanpa aba-aba.
Perlindungan seperti ini bikin pengalaman pakai laptop jadi lebih tenang—dan itu nggak bisa diukur cuma dari spesifikasi.
AI yang Masuk Akal, Bukan Sekadar Tren
Pulang dari acara ini, satu hal yang paling nempel di kepala adalah: AI di laptop akhirnya terasa masuk akal.
Bukan buat pamer istilah, tapi buat bantu kerja lebih cepat, belajar lebih nyaman, dan bermain lebih puas. ASUS nggak cuma membawa teknologi ke Makassar, tapi juga membawa pesan bahwa inovasi seharusnya dekat dengan pengguna.
Dan mungkin, di titik ini kita sudah sampai pada fase baru.
Laptop bukan cuma alat kerja. Tapi partner.
Partner yang bukan cuma cepat, tapi juga ngerti kapan kita butuh lebih banyak tenaga—dan kapan kita butuh efisiensi.
Dan kalau laptop sudah mulai “ikut mikir”, mungkin kita bisa fokus ke hal lain yang lebih penting: ide, karya, dan hidup itu sendiri.
Dari Laptop AI Terbaik sampai Gaming Terjangkau: Semua Ada di Satu Meja
Pengalaman di area demo ini benar-benar mencerminkan dua tema utama: “Laptop AI Terbaik” dan “Laptop Gaming Terjangkau.” Dan yang menarik, ASUS tidak memisahkan keduanya sebagai dua dunia yang jauh, tapi menghadirkannya dalam satu ekosistem yang saling melengkapi.
Untuk kategori Laptop AI Terbaik, lini ASUS Vivobook S14 jadi salah satu highlight utama. Laptop ini terasa seperti jawaban buat pengguna yang ingin teknologi AI terbaru tanpa harus masuk ke segmen premium ekstrem. Mulai dari responsivitas sistem, efisiensi daya, sampai kemampuan multitasking yang stabil—semuanya terasa dirancang untuk kebutuhan nyata sehari-hari.
Sementara itu, Zenbook S14 OLED hadir sebagai representasi laptop AI premium. Di sini, AI berpadu dengan desain tipis, material eksklusif, dan layar OLED yang benar-benar memanjakan mata. Ini tipe laptop yang nyaman dipakai lama, baik untuk kerja serius maupun sekadar menikmati konten visual berkualitas tinggi.
Laptop Gaming Terjangkau yang Tetap Niat
Nah, untuk Laptop Gaming yang Terjangkau, ASUS memperkenalkan ASUS Gaming V16 sebagai opsi yang terasa sangat masuk akal. Laptop ini ringan, portabel, tapi tetap punya performa grafis yang memadai untuk gaming modern maupun kebutuhan kreatif.
Yang langsung terasa adalah keseimbangannya. Performanya cukup agresif untuk gaming, tapi tidak berlebihan. Sistem pendinginnya bekerja stabil, dan desainnya tidak terlalu terlihat “gamer”, sehingga masih aman dibawa ke lingkungan kerja atau kampus.
Ini laptop yang cocok buat pengguna yang ingin satu perangkat untuk main, kerja, dan produktivitas harian—tanpa harus kompromi berlebihan soal harga.

Fitur Unggulan yang Benar-Benar Terasa
Hal yang paling konsisten dari semua perangkat ASUS adalah bagaimana fitur unggulan ASUS benar-benar terasa saat digunakan, bukan cuma tertulis di spesifikasi.
Teknologi AI terbaru dengan dukungan NPU 45+ TOPS membuat sistem terasa cerdas dalam mengatur performa dan konsumsi daya. Performa grafisnya juga memukau, baik untuk editing visual ringan maupun gaming. Ditambah desain premium dan ergonomi yang nyaman, pengalaman penggunaan terasa lebih manusiawi—nggak bikin cepat capek, nggak bikin ribet.
Laptop-laptop ini seperti tahu kapan harus ngebut, dan kapan harus hemat energi.
#Perfect Pair: Jodoh yang saling melengkapi.
ASUS juga menghadirkan konsep Perfect Pair, yaitu aksesoris yang dirancang khusus untuk melengkapi pengalaman penggunaan laptop.
Ada Mouse ASUS MD101 yang ringan dan simpel—pas untuk penggunaan harian dan mobilitas tinggi, cocok dipasangkan dengan Vivobook. Sementara Mouse MD200 yang hadir dengan desain lebih premium dan presisi tinggi, sejalan dengan karakter laptop Zenbook. Perfect couple deh ini 😀
Sementara untuk lini ROG, backpack khusus jadi pasangan yang terasa sangat relevan. Bukan cuma soal tampilan, tapi juga soal kenyamanan dan perlindungan perangkat saat dibawa ke mana-mana.
Aksesoris ini mungkin terlihat sederhana, tapi justru jadi detail kecil yang bikin pengalaman terasa lebih utuh. Kek couple goals gitu…

Satu Ekosistem, Banyak Pilihan
Dari semua yang aku lihat dan coba, satu hal yang jelas: ASUS tidak hanya menawarkan produk, tapi pilihan. Mau fokus ke AI, ke gaming, atau ke keseimbangan keduanya—semuanya ada.
Dan itulah yang membuat pengalaman di acara ini terasa kuat. ASUS tidak memaksa semua orang masuk ke satu kategori, tapi memberi ruang bagi setiap pengguna untuk menemukan perangkat yang paling sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhannya.
Laptop AI terbaik? Ada.
Laptop gaming terjangkau? Ada.
Dan semuanya terasa relevan, bukan sekadar ikut tren.
Ketika Teknologi Tidak Lagi Ribet
Di tengah gempuran istilah AI, performa tinggi, dan spesifikasi yang kadang bikin pusing sendiri, pengalaman bersama ASUS ini justru terasa sederhana: teknologi yang bekerja sebagaimana mestinya.
Laptop AI ASUS tidak mencoba mengesankan dengan janji kosong, tapi dengan pengalaman nyata—lebih cepat, lebih nyaman, dan lebih relevan dengan kebutuhan pengguna. Ditambah pilihan laptop gaming terjangkau dan aksesoris Perfect Pair yang melengkapi, semuanya terasa dirancang dengan satu tujuan: bikin hidup pengguna jadi lebih mudah.
Dan mungkin, di situlah poin terkuatnya.
Bukan soal siapa yang paling canggih di atas kertas, tapi siapa yang paling siap dipakai hari ini.
Kalau laptop sudah bisa ikut mikir, mungkin sekarang giliran kita yang fokus mikirin hal-hal yang lebih besar.




Leave a Reply